Rabu, 20 September 2017

TERAA Blog Tentang Tutorial Komputer dan Internet

Sebagai blogger publisher rasanya tidak cukup mengelola satu atau dua blog saja, melainkan harus mempunyai banyak blog untuk investasi dimasa yang akan datang. Yang penting ada ketertarikan dan hobi untuk menulis terhadap bidang yang dikuasai maka beliau mampu bertahan sebagai blogger profesional.

Untuk menyalurkan hobi dibidang komputer dan seluk beluknya, Admin membuat blog baru dengan alamat https://teraa.net. Selain itu nantinya situs teraa juga membahas tentang internet dan permasalahannya.
TERAA Blog Tentang Tutorial Komputer dan Internet


Pengambilan nama TERAA berasal dari satuan kapasitas penyimpanan data yaitu Tera Byte. Karena judul dan domain rata-rata telah dipakai orang lain akhirnya memilih teraa.net. Sebenarnya mau memilih domain apapun tidak jadi soal, yang penting adalah kualitas konten yang ditulis.

Bila kontennya menarik dan mampu menjawab kebutuhan orang ketika browsing maka blog tersebut ramai pengunjung. Blog ini dibangun menggunakan content management system (CMS) Wordpress yang terkenang kemudahan dalam pengelolaan dan dukungan plugin yang banyak.

Semua artikel yang ditulis pada website teraa adalah original, idennya muncul dari pengalaman pribadi yang kemudian dikemas dalam postingan artikel. Daripada Anda penasaran seperti apa situs web teraa silahkan kunjungi di sini.

Senin, 11 September 2017

Cara Install XAMPP di Linux Mint dan Ubuntu

Tahukah Anda bahwa membuat website/ blog bisa dilakukan secara ofline dengan menggunakan localhost. Untuk membuat localhost diperlukan aplikasi yang bernama XAMPP. Yang menarik aplikasi ini tersedia untuk semua platform termasuk Linux Mint dan Ubuntu.

Linux Mint dikembangkan dari basis Ubuntu, oleh karena itu cara install XAMPP petunjuknya sama. Install aplikasi di Linux tidak semudah di Windows yang cukup menekan mouse beberapa klik saja melainkan harus menggunakan perintah di terminal.

#1. Pengertian XAMPP
XAMPP adalah aplikasi untuk membuat localhost/ server local yang dipergunakan untuk keperluan membangun website. Aplikasi ini cocok sekali bagi Anda yang ingin belajar membuat website dari berbagai Content Management System (CMS). Setelah projek membuat website jadi baru dapat diunggak ke hosting.

#2. Download XAMPP for Linux Mint dan Ubuntu
Sebelum menuju tahap installasi pastikan telah mendownload XAMPP untuk Linux Mint dan Ubuntu. Silahkan download saja pada situs resminya melalui link berikut ini.

Download XAMPP for Linux

#3. Cara Install XAMPP di Linux Mint dan Ubuntu
1. Download XAMPP for Linux, tunggu proses download hingga selesai
2. Cari lokasi dimana file download berada kemudian buka terminal dengan menekan Ctrl+Alt+T secara bersamaan
3. Perhatikan nama file XAMPP yang di download tadi misalnya xampp-linux-x64-7.1.8-0-installer.run
4. Untuk installnya ketik perintah berikut ini:
 sudo chmod +x xampp-linux-x64-7.1.8-0-installer.run
 5. Tunggu proses installasi hingga selesai.

#4. Perintah Menjalankan XAMPP
1. Untuk menghentikan Xampp Service
sudo /opt/lampp/lampp stop
2. Untuk menjalankan Xampp service
sudo /opt/lampp/lampp start
3. Untuk menjalankan Xampp dalam versi GUI.
cd /opt/lampp
./manager-linux.run

Sabtu, 02 September 2017

Cara Memperbaiki Paket Linux Error Pada Ubuntu dan Mint

Beberapa waktu yang lalu ketika membuka Wine Configuration pada Linux Mint melalui terminal muncul pesan error. Permasalahan tersebut bisa juga disebabkan karena gagal mendownload repository sehingga terjadi error.

Sejatinya Linux Mint dikembangkan dari basis Ubuntu, jadi tutorial yang ada pada Ubuntu bisa digunakan pada Linux Mint. Bagi Anda yang pernah mengalami masalah seperti yang diuraikan di atas jangan panik dulu, bisa dibenahi kok dengan mengetik beberapa perintah pada terminal Linux.
Cara Memperbaiki Paket Linux Ubuntu atau Mint Yan Error

Cara Memperbaiki Paket Linux Ubuntu atau Mint Yan Error:
#1.Cara Pertama
$ sudo apt-get upda te --fix-missing
#2. Cara Kedua
Apabila tak berhasil menggunakan cara pertama maka dengan jurus kedua ketik perintah
$ sudo dpkg --configure -a
#3. Cara Ketiga 
Jika masih belum fiks, maka perintah ketiga adalah:
$ sudo apt-get install -f
#4. Langkah Keempat 
Dengan bila acar ketiga tersebut masih ada masalah ketika menjalankan apt-get update maka cara terakhir adalah cara manual dengan cara mengedit 'status dpkg'-nya via terminal untuk membuka teks editor yang disukai, bisa gedit, vi atau nano:
$ sudo gedit /var/lib/dpkg/status
Kemudian akan terbuka teks editor yang berisi status paket yang ada dalam Ubuntu Linux. Periksa statusnya apakah terbaca Status: install ok installed ataukah Status: installed ok unpacket, jika seperti yang kedua maka hapus satu blok paket tersebut, atau dengan menggunakan ctrl+f kemudian ketik unpacket, dan hapus satu blok tersebut.

Langkah selanjutnya buka kunci dpkg-nya:
$ sudo fuser -vki /var/lib/dpkg/lock
Kemudian, jalankan lagi:
$ dpkg --configure -a
Maka selesailah sudah perbaikan broken packages di Ubuntu/ Mint.

Cara Membuka Wine Configuration Lewat Terminal Linux

Wine Configuration adalah control untuk melakukan konfigurasi sistem Windows. Jadi bila Anda ingin menjalankan aplikasi Windows di Linux, Wine Configuration ini penting adanya. Ada dapat menambahkan file pendukung melalui Wine Configuration.

Wine sendiri adalah emulator untuk menjalankan aplikasi Windows di Linux, dalam contoh ini Linux Mint. Wine versi terbaru adalah 2.4 (Wine 2.4), cara download dan installnya silahkan lihat caranya berikut ini.

Baca: Cara Install Wine Versi Terbaru di Linux Mint dan Ubuntu

Sayangya di Wine 2.4 ini configurasinya tersembunyi, untuk menampilkannya Anda harus mengetik perintah melalui terminal Linux.

Cara Membuka Wine Configuration Lewat Terminal Linux:
1. Buka terminal Linux
2. Masuk sebagai super user
$ sudo su
3. Lanjutkan dengan perintah membuka Wine Configuration
$ winecfg
4. Jendelan Wine Configuration terbuka.

Jumat, 01 September 2017

gThumb Aplikasi Crop Foto dan Resize Untuk Linux

Bagi Anda yang belum terbiasa dengan program Linux seperti GIMP Image Editor tentu kesulitas crop dan resize gambar. Sebelum mengupload gambar dalam postingan blog biasanya gambar di crop dulu dan atau resize supaya filenya tidak terlalu besar.

Aplikasi untuk Crop dan Resize foto untuk Linux adalah gThumb. Aplikasi ini memiliki user interface yang mudah dipahami. Urusan crop foto dan resize cukup mudah dengan tool yang disediakan gThumb.
gThumb

gThumb bisa dijadikan aletnatif GIMP Image Editor dan Adobe Photoshop. Aplikasi ini cuku digemari oleh para pengguna Linux karena kemudahannya. Ukurannya yang kecil membuat gThumb tidak memakan space harddisk.

Download gThumb:
Bagi Anda yang berniat mencoba gThumb  silahkan download melalui terminal. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Buka terminal, kemudian ketik perintah ini
sudo apt-get update
2. Tunggu proses update selesai kemudian install dengan perintah berikut ini
sudo apt-get install gthumb.
3. Tunggu proses installasi hingga selesai kemudian coba jalankan gThumb.

Cara Install Wine Versi Terbaru di Linux Mint dan Ubuntu

Bagi Anda yang bingung gimana cara install Wine di Linux Mint dan Ubuntu berikut ini akan dijelaskan caranya secara rinci. Linux Mint dan Ubuntu sejatinya adalah sama karena Linux Mint dikembangkan dari basis Ubuntu.

Wine adalah emulator untuk menjalankan aplikasi Windows di Linux. Hampir 90% pengguna Linux menggunakan Wine untuk menjalankan aplikasi yang tidak tersedia di Linux termasuk Linux Mint dan Ubuntu.
Cara Install Wine Versi Terbaru di Linux Mint dan Ubuntu

Yang dimaksud Wine versi terbaru adalah mengikuti keluaran terbaru, jadi ketika mendownload Wine secara otomatis menggunakan versi teranyar. Anda bisa menggunakan Wine untuk Linux Mint dan Ubuntu 32 Bit dan 64 Bit.

Sebenarnya ada beberapa cara install Wine di Linux yaitu melalui Software Center atau Ubuntu Software dengan mengertik keyword "Wine", namun biasanya memerlukan waktu yang lama dan error. Permasalah lain yang kerap muncul ketika install Wine adalah error karena gagal download melalui terminal.

Baiklah berikut ini Cara Install Wine Versi Terbaru di Linux Ubuntu dan Mint:
1. Pastikan komputer Anda terhubung dengan internet
2. Buka terminal Linux
3. Masuk sebagai Super User Linux dengan mengetik perintah berikut ini:
$ sudo su
4. Lanjutkan dengan kode berikut ini
$ sudo add-apt-repository ppa:wine/wine-builds
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get --download-only install winehq-devel
5. Tunggu proses intallasi hingga selesai
6. Coba jalankan aplikasi Windows melalui Wine, bila Wine mengupdate Mono Installer dan Gecko Installer lanjutkan saja
7. Kini Anda dapat menjalankan program Aplikasi Windows di Linux Ubuntu dan Mint.

Cara Cek Versi Wine:
1. Buka terminal
2. Ketik perintah berikut ini
$ wine --version
Sumber: https://www.winehq.org

Demikian informasi cara install Wine versi terbaru di Linux Mint dan Ubuntu. Bila ada yang kurang jelas dan belum dimengerti silahkan bertanya pada kolom komentar.

Kamis, 31 Agustus 2017

Cara Uninstall Wine di LInux Ubuntu dan Mint

Wine adalah emulator untuk menjalankan aplikasi Windows di sistem operasi Linux. Kenapa Wine dianggap begitu penting sehingga para pengguna Linux memasang aplikasi ini, ya karena dukungan aplikasi di Linux tidak sebanyak di Windows.

Misalnya Anda ingin mennjalankan Adobe Photoshop dan Adobe Premiere di Linux maka perlu menggunakan emulator Wine. Kenapa Admin membahas cara uninstall Wine di Linux Ubuntu dan Mint saja? karena kedua distro Linux ini yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ada beberapa alasan kenapa user Linux ingin menguninstall/ menghapus/ meremove/ menghilangkan Wine dari sistem operasinya karena bosan dan atau error saat installasi Wine error juga bisa. Baiklah berikut ini cara Uninstall Wine dari Linux Ubuntu dan Mint.

#1. Cara Uninstall Wine di LInux Ubuntu dan Mint:
1. Buka terminal kemudian ketik perintah berikut ini
sudo apt-get remove wine
2. Sekarang Wine berhasil di uninstall.

#2. Cara Unintall Aplikasi Program di Wine
Wine sudah dilengkapi dengan uninstaller yang berguna untuk menghapus program yang diinstall melalui Wine, mirip dengan fitur Add/Remove Programs pada Windows.

Jalankan perintah berikut ini pada Terminal:
wine uninstaller
Saat menu uninstaller sudah muncul, pilihlah aplikasi apa yang ingin Anda hapus.

Mengenal 2 Jenis Frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz Pada Jaringan Wifi

Tahukah Anda bahwa frekuensi jaringan internet Wifi itu ada 2 yaitu 2.4 GHz dan 5.8 GHz.  Karena memiliki frekuensi yang berbeda maka jangkauan, tingkat gangguan, tingkat pemakaian, keuntungan dan kelemahan dari masing-masing frekuensi juga berbeda.

Dengan memahami perbedaan frekuensi jaringan Wifi dapat membantu Anda memilih akses point dan wireless router yang tepat sesuai kebutuhan. Misalkan Anda ingin menangkap sinyal wifi RT/ RW Net maka belilah router yang frekuensinya 2.4 GHz, jangan 5 GHz karen tidak bisa mendeteksi sinyal.
Frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz Pada Jaringan Wifi

Untuk memahami perbedaan frekuensi jaringan Wifi 2.4 GHz dan 5.8 Silahkan simak penjelasannya berikut ini:

Perbedaan Frekuensi 2.4GHz dan 5.8GHz
Frekuensi 2.4 GHZ memiliki beberapa ciri yang sangat jelas terlihat yaitu bekerja dengan 3 chanel tanpa overlapping, standar wireless adalah B, G dan N, jangkauan jaringan yang lebih luas, dan tingkat gangguan yang lebih tinggi. Sementara itu frekuensi 5.8GHz memiliki sekitar 23 channle non over lapping, dengan standar jaringan A, N dan AC, jangkauan yang lebih kecil dan gangguan yang lebih sedikit dibandingkan dengan frekuensi 2.4GHz.

Kecepatan Jaringan Frekuensi 2.4GHz dan 5.8GHz

Pada dasarnya standar GHz sama sekali tidak memberikan pengukuran yang jelas untuk kecepatan maksimum yang bisa didapatkan dari jaringan nirkabel. Sebuah perangkat nirkabel yang bekerja untuk frekuensi 5.8 GHz juga bisa mencapai kecepatan data hingga 54 Mbps, kecepatan ini juga bekerja untuk frekuensi 2.4 GHz. Namun kedua frekuensi ini juga harus diatur sesuai dengan tingkat pemakaian pada lingkungan khusus.

Tingkat Gangguan
Tingkat Gangguan dari frekuensi 5.8 GHz memang lebih kecil dibandingkan dengan tingkat gangguan yang sering muncul pada frekuensi 2.4 GHz. Hal ini bisa terjadi karena ada beberapa perangkat elektronik dan komunikasi lain yang memang memakai tingkat frekuensi 2.4 GHz. Frekuensi 2.4 GHz juga bisa ditemukan untuk jaringan telepon, microwave, komputer dan perangkat lain. Jadi pemakai WiFi dengan frekuensi 2.4 GHz harus berusaha untuk mengurangi beberapa gangguan lingkungan yang terjadi karena tabrakan jaringan.

Jangkauan Jaringan
Jangkauan untuk 5.8 GHz memang lebih pendek dibandingkan dengan jangkauan yang bekerja untuk frekuensi 2.4 GHz. Untuk memilih jaringan yang akan dipakai tentu Anda harus memilih daya jangkauan yang diinginkan. Hukumnya adalah semakin tinggi frekuensi maka daya jangkauan akan lebih kecil.

Tingkat Pemakaian
Pemakaian frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 Ghz harus disesuaikan dengan daya pemakaian yang diinginkan. Beberapa tujuan yang paling sesuai untuk 2.4 GHz adalah untuk akses internet sederhana seperti pencarian data, browsing dan penggunakan email saja karena beberapa aplikasi ini memang tidak banyak mengambil bandwith dan bisa bekerja dengan baik meskipun memiliki daya jangkau jarak yang lebih luas. Namun jika Anda ingin memakai jaringan untuk keperluan yang lebih khusus dan membutuhkan tingkat keamanan khusus maka bisa memilih frekuensi 5.8 GHz yang memiliki daya jangkau jarak yang lebih pendek.

Keuntungan dan Kerugian Frekuensi 2.4 GHz

Keuntungan dari pemakaian frekuensi 2.4 GHz adalah memiliki toleransi pemakaian dan gangguan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan frekuensi 5.8 GHz, sesuai untuk pemakaian beberapa perangkat yang membutuhkan WiFi standar seperti untuk pemakaian WiFi pada ponsel, laptop, dan kamera. Anda juga tidak membutuhkan lisensi untuk memakai frekuensi ini jadi lebih hemat dan mudah.

Sementara itu kerugian dari pemakaian frekuensi 2.4 GHz adalah jumlah channel yang lebih kecil hanya tiga saja, frekuensi ini lebih banyak gangguan dan pemakai yang lebih banyak.

Keuntungan dan Kelemahan Frekuensi 5.8 GHz

Beberapa keuntungan dari pemakaian frekuensi 5.8 GHz adalah gain antena yang lebih tinggi sehingga dapat mentransfer data lebih tinggi dibandingkan dengan 2.4 GHz dan mudah untuk ditangani, ukuran zona Fresnel yang lebih kecil dibandingkan dengan frekuensi 2.4 GHz, serta kecil kemungkinan untuk mendapatkan gangguan dari berbagai perangkat elektronik dan komunikasi lain. Namun frekuensi 5.8 GHz juga memiliki beberapa kelemahan seperti tidak bisa terkena gangguan dan hambatan karena daya jangkauan jaringan yang lebih pendek dibandingkan dengan frekuensi 2.4 GHz. Jadi pemakaian 5.8 GHz harus sama sekali tidak terkena halangan seperti dinding, lokasi dan pohon tinggi.

# Perhatikan Kegunaan Frekuensi Jaringan Wifi 2.4 GHz dan 5.8 GHz
1. Frekuensi 2.4 GHz
Frekuensi 2.4 GHz digunakan oleh laptop/ komputer, smartphone, dan tablet yang dipancarkan oleh Wireless Router.

2. Frekuensi 5.8 GHz
Frekuensi 5.8 GHz digunakan sebagai perantara atau penerima sinyal Wifi jarak jauh antar akses point. Misalnya dari tower A ke tower B kemudian ke rumah yang ditangkap dengan akses point menggunakan frekuensi 5.8 GHz.

# Gabungan Kegunaan Frekuensi Jaringan Wifi 2.4 GHz dan 5.8 GHz
Ketika internet kabel tidak menjangkau rumah Anda maka solusinya menggunakan internet jarak jauh lewat jaringan Wireless/ Wifi. Langkah pertama yang harus Anda tepuh mencari Internet Service Provider (ISP). Setelah mendapatkan ISP dan siap memancarkannya maka kita perlu penerima Wifi dengan akses point 5.8 GHz. Supaya bisa disalurkan ke Laptop/ Komputer, Smartphone, dan peralatan mobile lainnya membutuhkan Wireless Router 2.4 GHz.

Cara Memperbaiki Error Saat Update dan Install di Terminal Linux Ubuntu

Permasalahan yang sering muncul ketika menggunakan Linux Ubuntu dan Linux Mint yang dikembangkan dari basis Ubuntu adalah munculnya pesan error saat update dan install. Misalnya gagal mengetik perintah $ sudo apt-get update sehingga muncul pesan ...not get lock /var/lib/apt/lists/lock...

Kenapa bisa error saat melakukan update dan install? biasanya dikarenakan menutup terminal sebelum proses update selesai. Selain itu karena gagal melalukan update bisa menyebabkan error. Entah kenapa akhir-akhir ini download repository Ubuntu sulit sekali, apa dikarenakan server sana yang error padahal koneksi internet cepet.

Bila Anda mengalami permasalahan yang sama seperti diuarikan di atas jangan panik dulu. Error saat update dan install pada terminal Linux bisa diatasi dengan mengetik beberapa perintah berikut ini.

Langkah I
Masuk sebagai Super User dengan mengetik
$ sudo su
Langkah II
Hapus repository yang error dengan perintah
$ rm /var/lib/apt/lists/* -vf
Langkah III
Update langi dengan perintah
$ apt get-update
Langkah IV
Yang terakhir Anda bisa update atau install aplikasi melalui terminal Linux.

Rabu, 30 Agustus 2017

Berapa Ukuran Partisi Swap Untuk Installasi Linux

Bagi Anda yang baru mencoba dan ingin belajar tentang linux pasti bertanya-tanya berapa ukuran partisi Swap untuk installasi linux. Partisi Swap ini harus ada bila Anda menginginkan dual boot antara linux dan windows. Namun bila install linux saja maka secara otomatis partisi Swap terbentuk dengan sendirinya.

Nah berikut ini Admin akan memberikan gambara berapa besar partisi Swap untuk dual boot linux dan windows, namun sebelumnya Anda harus paham apa yang dimaksud partisi Swap. Partisi Swap adalah sebuah ruang pada hardiak yang dijadikan ruang virtual memory yang digunakan ketika komputer/ laptop membutuhkan lebih banyak memory. Dalam artian partisi dengan filesystem Swap ini bekerja sebagai cadangan, apabila RAM yang digunakan penuh.
Partisi Swap

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa partisi Swap merupakan memory cadangan bila memory utama penuh. Jadi besarnya partisi Swap harus 2 kali lebih besar dari memory komputer/ laptop. Misalnya Anda mempunyai laptop dengan memory RAM 4 GB, kemudian ingin menginstall linux Mint dual boot windows 10 maka besarnya partisi Swap adalah 8 GB (2x4). Semakin besar partisi Swap semakin bagus yang artinya proses kinerja komputer berjalan cepat. Fungsi dari memory RAM adalah menyimpan data sementara saat komputer menjalankan perintah.

Berapa Ukuran Partisi Swap Untuk Installasi Linux?
Jawabannya adalah 2 kali atau lebih yang terdapat pada memory RAM komputer/ laptop.