Sabtu, 21 Februari 2015

Membantah Persepsi Yang Salah Mengenai Teori Evolusi

Teori evolusi banyak menjadi bahan perdebatan di kalangan cendekiawan di seluruh dunia. Umumnya perdebatan terjadi karena kesalahpahaman semata. Berikut beberapa kesalahpahaman yg sering menjadi bahan perdebatan tiada henti antara yangg pro teori evolusi dengan yg kontra.

1. Manusia adalah keturunan monyet
Salah, Darwin dan evolusionis lain tak pernah mengatakan bahwa manusia adalah keturunan monyet. Kesalahpahaman ini muncul karena anggapan yang salah terkait fosil manusia purba. Manusia memang diklasifikan sebagai kerabat dekat dengan keluarga kera besar namun mengenai moyang manusia belum diketahui secara pasti. Anggapan ini menjadi semakin salah kaprah karena sering dikutip dalam propaganda anti teori evolusi.

Benar, primata (termasuk monyet) merupakan makhluk hidup yg paling dekat kekerabatannya (dalam hal morfologi dan genetika) dengan manusia. Namun bukan berarti ini menjadi bukti bahwa manusia berasal dari kera.


Gambar di atas sering menimbulkan miskonsepsi, seolah2 terjadi perubahan instan dari kera hingga menjadi manusia modern. Gambar yg lebih bisa menjelaskan hubungan manusia dan primata lain adalah seperti di bawah ini:

Dari gambar di atas bisa terlihat percabangan evolusi dari makhluk purba yg menurunkan beberapa keturunan yg berbeda. Manusia dan primata lain yg hidup saat ini serta beberapa yg sudah punah adalah keturunan dari suatu makhluk hidup (shared common ancestor) di masa lampau yg masih belum diketahui "bentuknya" sampai saat ini.

NB: kera dan monyet dalam pengertian biologi adalah dua makhluk hidup yg berbeda. Cara paling gampang membedakannya adalah kera tak berekor sedangkan monyet berekor.

2. Teori evolusi adalah teori yangg tidak ilmiah
Salah, sampai saat ini teori evolusi menjadi satu-satunya teori ilmiah yang menjelaskan asal usul keragaman makhluk hidup (origin of species). Ilmiah karena disusun atas prosedur ilmiah dan telah teruji oleh ilmuwan diseluruh dunia dari berbagai bidang terkait, seperti geologi (sejarah bumi), teori tentang asal usul kehidupan di bumi, serta ilmu turunan dari t.evolusi seperti genetika dan anthrpologi fisik.
Show

3. Teori evolusi menentang klaim agama yg menyatakan bahwa Adam adalah manusia pertama di bumi
Salah, teori evolusi tidak membahas hal tersebut. Evolusionis "tidak peduli" apakah manusia pertama itu bernama Adam atau bukan. Evolusionis hanya peduli kapan dan dimana manusia modern seperti kita sekarang pertama kali muncul di bumi.

4. Konon Teori Evolusi menafikan keberadaan Tuhan (atheis). Benarkah ini?
Tidak mesti begitu. Bisa jadi Tuhan menciptakan mekanisme evolusi sebagai cara "menciptakan" berbagai jenis makhluk hidup. Teori evolusi hanya membantah penafsiran bahwa Tuhan menciptakan beraneka ragam makhluk hidup secara langsung. Ingat, yg dibantah adalah penafsiran penciptaan makhluk hidup, bukan bantahan terhadap keberadaan Tuhan.

5. Teori evolusi membahas asal usul terbentuknya makhluk hidup
setengah Salah setengah benar, bidang ilmu yg fokus pada terbentuknya asal usul makhluk hidup adalah teori abiogenesis modern sebagai pengembangan dari teori abiogenesis. Teori evolusi lebih fokus pada bagaimana keragaman makhluk hidup terbentuk setelah makhluk hidup pertama muncul di bumi.

6. Teori evolusi menginspirasi Hitler untuk mengumadangkan superioritas ras arya
Bisa jadi, tapi jangan salah kaprah. Teori evolusi sama seperti teori ilmiah yg lain, netral. Bergantung pada manusia yg memanfaatkan teori tersebut. Lagipula Hitler adalah penganut Kristen yg taat yg menganggap bahwa Tuhan menciptakan semua makhluk hidup secara langsung, bukan melalui proses evolusi.

7. Makhluk hidup selalu berevolusi menjadi makhluk yg lebih kuat, lebih cepat atau lebih besar
Salah. Makhluk hidup tidak harus berevolusi menjadi makhluk yg superkuat, supercepat dan super2 lainnya. Makhluk hidup cukup hanya beradaptasi dengan kondisi lingkungannya waktu itu. Jika tidak beradaptasi, maka makhluk tersebut akan terseleksi oleh alam yg bisa berdampak pada kepunahan jenis makhluk tersebut.

Ungkapan, "Survival of the Fittest" bukanlah ucapan Darwin, tapi Herbert Spencer yg melahirkan Darwinisme/Evolusi Sosial. Ungkapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena makhluk hidup tidak perlu menjadi yg "tercocok" dan "ter-ter" yg lain untuk bisa bertahan hidup di lingkungannya, sekedar "cocok" saja sebenarnya sudah bisa membuatnya bertahan.

Ada ungkapan Darwin yg terkenal di kalangan evolusionis namun jarang dikutip dalam perdebatan,
"It is not the strongest of the species that survives, nor the most intelligent, but rather the one most adaptable to change."

8. Tidak ditemukan fosil makhluk hidup transisi antara makhluk hidup yang lebih tua dengan hasil evolusinya

Di sini perlu disepakati dulu apa yg dimaksud dgn "makhluk hidup transisi". Jangan membayangkan evolusi seperti pokemon atau digimon, dimana ivysaur adalah transisi bulbasaur sebelum menjadi venusaur. Mekanisme evolusi Tidak terjadi seperti yg digambarkan anime-anime itu, tidak juga seperti yg ada di film2 scifi, ex: X-Men. Evolusi tidak mengenal perubahan instan, yg sebenarnya terjadi adalah perubahan gradual di tingkat DNA, gen, dan bisa jadi sampai terjadi perubahan di tingkat organ. Waktunya puluhan hingga jutaan tahun. Pada dasarnya semua makhluk hidup di dunia ini adalah "makhluk hidup transisi". Tidak ada bentuk paling sempurna dalam teori evolusi.

9. Teori Evolusi hanyalah sekedar "teori"
Salah Kaprah. Kita perlu mendefinisikan teori dalam konteks ilmiah. Teori yg dimaksud dalam ranah ilmiah berbeda makna dgn istilah "sekedar teori" dalam percakapan sehari-hari. Dalam percakapan sehari-hari, kita menyatakan suatu hal hanya sekedar teori biasanya karena kurangnya bukti2 yg mendukung di dunia nyata, atau berbeda dengan kenyataan. Sedangkan istilah teori dalam konteks ilmiah berarti hipotesis yg sudah teruji dan terbukti dan bisa menjelaskan fenomena alam terkait teori tersebut. Misal, teori evolusi, teori gravitasi, teori relativitas umum, teori atom dll.

10. Evolusi di alam terjadi seperti di film Pokemon atau Digimon
Dalam anime pokemon dan digimon, evolusi diartikan sebagai transformasi individu menjadi bentuk yg lebih sempurna. Padahal arti kata dari evolusi sendiri adalah perubahan melalui generasi yg bertahan hidup karena pewarisan sifat dari suatu populasi makhluk hidup. Jadi transformasi terjadi setelah populasi menghasilkan keturunannya. Dimana yg berubah adalah keturunan dari populasi tersebut, sehingga ada sifat pembeda antara keturunan dengan induk populasinya. Perubahan tidak harus langsung merupakan perubahan fisik, namun bisa saja hanya terjadi perubahan mikro (tingkat gen) di dalam tubuh makhluk hidup. Bisa jadi pula suatu populasi menghasilkan lebih dari satu populasi keturunan yg mempunyai perbedaan sifat satu sama lain.

NB: Dalam contoh film pokemon seperti yg digambarkan di atas, istilah perubahan yg lebih tepat adalah Metamorfosis, bukan evolusi. Begitu juga dgn yg difilm digimon, harusnya kita menyebut agumon bermetamorfosis menjadi greymon, bukan agumon berevolusi menjadi greymon.
Beraneka macam burung Finch diduga merupakan keturunan dari suatu makhluk hidup (common ancestor)

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon