Minggu, 12 April 2015

Sejarah Asal Mula Pemberian Nama Drive C Pada Harddisk

Tahukah Anda kenapa drive Harddisk selalu diawali dengan huruf C bukan A atau B? Selama ini penggunaan nama drive Harddisk untuk komputer dekstop maupun laptop selalu diawali dengan huruf C, ternyata ada sejarahnya dan bukan asal memberi nama C saja.

Ide pemberian nama huruf pada piranti penyimpanan awalnya berasal dari IBM tahun 1960-an. Kala iti IBM menggunakan huruf abjad untuk membedakan logical drive yang ada pada system operasi mereka (seperti CP-40 dan CP/ CMS) yang kemudian hari huruf abjad tersebut dipakai untuk membedakan piranti physical storage yang dipakai dalam sistem CP/M.

Penamaan drive diawali dengan huruf C

IBM kemudian membuat kesepakatan dengan perusahaan software Microsoft pada tahun 1980-an, yang pada akhirnya membeli kloningan sistem CP/M IBM yang kemudian disebut dengan 86-DOS. Microsoft kemudian mengadopsi 86-DOS untuk PC-PC baru IBM, dengan beberapa perubahan yang signifikan, dan memberi nama baru dengan nama MS-DOS, walau IBM lebih sering menyebutnya dengan PC DOS.

Karena merupakan kloningan dari sistem CP/M, maka MS-DOS juga mengadopsi skema sistem penamaan hard disk dari CP/M, yang juga mengadopsi dari sistem IBM yang dibangun sebelumnya. Alih-alih, PC menggunakan disket "floppy" yang pada mulanya diberi label sebagai drive "A" dalam MS-DOS dan beberapa sistem operasi yang ada saat itu. Ukuran disket floppy yang digunakan saat itu adalah 5 1/4 inci.

Beberapa sistem memiliki dua drive disket floppy, yang kemudian diberi label dengan huruf "B". Saat floppy disk ukuran 3,5 inci diperkenalkan, penamaan drive A dan B sudah tidak bisa diubah-ubah lagi, dan seperti diresmikan untuk dipakai dalam semua sistem.

Pada tahun 1980-an, barulah hard disk menjadi standar penyimpanan dalam sebagian besar PC. Karena dua huruf awal abjad sudah dipakai untuk drive bagi floppy, maka logikanya peranti penyimpanan ketiga yang berupa hard disk itu diberi label "C".

Drive C kini pada umumnya dipakai sebagai media penyimpanan utama dalam komputer, termasuk di file-file milik sistem operasi yang dijalankan. Walau komputer-komputer baru yang diluncurkan saat ini sudah tidak memiliki floppy drive lagi, skema penamaan itu tetap dipakai. Pada sistem operasi modern, pengguna tentu saja bisa dengan mudah mengubah, menambah, atau menghapus nama-nama drive yang dipakai.

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon