Selasa, 12 Mei 2015

Teknologi Kedokteran Paling Canggih di Dunia

Kemajuan teknologi yang terus berkembang bisa dimanfaatkan manusia di berbagai bidang, termasuk dalam dunia kesehatan ataupun kedokteran. Beberapa penemuan tersebut bisa jadi masih merupakan hal yang mustahil jika dibayangkan beberapa tahun lalu. Namun kini hal tersebut sudah mulai diterapkan dalam membantu orang-orang yang membutuhkannya. Meski beberapa diantaranya mengundang kontroversi, teknologi yang digunakan ini bisa mengubah cara hidup manusia.

Berikut beberapa teknologi canggih dibidang kedokteran yang cukup menarik perhatian:

1. Pil Digital
Pil Digital

Sebuah tim peneliti asal Inggris telah mengembangkan suatu produk berupa pil pintar yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan seorang pasien. Pil ini cukup ditekan dan dari microchip yang tertanam akan menampilkan informasi yang ditampilkan melalui perangkat mobile seperti ponsel atau tablet dengan bantuan aplikasi tertentu. Hal ini akan lebih memudahkan dokter untuk menganalisa kondisi pasien serta cara perawatan yang bakal dijalani. Meski awalnya dikuatirkan memiliki efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan microship di dalam tubuh, pihak peneliti telah memastikan bahwa pil ini aman karena menggunakan bahan yang dibuat dari unsur makanan.

2. Koneksi Otak Dengan Komputer
Koneksi Otak Dengan Komputer



Memiliki otak yang langsung terhubung ke komputer memang hanya ada sebatas khayalan yang ada di film-film Hollywood. Namun kini, sebuah tim dari Brown University dengan nama BrainGate sedang melakukan penelitian untuk mewujudkan khayalan tersebut. Melalui situs resminya, mereka mengatakan bahwa telah berhasil menggunakan elektroda berukuran kecil dan menempatkannya ke dalam otak. Dan dari penelitian awal tersebut menunjukkan bahwa sinyal saraf dapat diterjemahkan oleh komputer secara real-time dan digunakan untuk mengoperasikan perangkat eksternal. Dengan terus dikembangkannya cara ini, bahkan Intel memprediksi bahwa metode ini akan benar-benar bisa terealisasi pada tahun 2020 mendatang.

3. Alat Kontrasepsi Modern

Alat Kontrasepsi Modern

Microchips, sebuah lembaga penelitian dibidang kesehatan, berhasil mengembangkan suatu alat kontrasepsi modern berupa chip yang ditanamkan dalam tubuh manusia. Melalui chip ini, pasien bisa menentukan kapan mereka ingin menunda kehamilan. Secara sederhana, chip ini bekerja melalui remote yang bisa dikendalikan menggunakan ponsel. Jika pasien tidak ingin memiliki anak, tinggal mengaktifkannya dan secara otomatis chip ini akan memberikan semacam serum, mirip dengan yang biasa digunakan dalam metode kontrasepsi melalui suntikan. Bill & Miranda Gates Foundation sebagai penyandang dana mendukung penuh proyek ini dan saat ini sudah di ujicoba di beberapa negara Afrika, Amerika Latin, dan Asia.

4. Implan Otak Untuk Kmbalikan Ingatan
Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), sebuah lembaga dari departemen pertahanan Amerika Serikat telah menunjuk dua universitas terkemuka untuk melakukan penelitian dalam hal mengembangkan teknologi implan otak. Teknologi ini bertujuan untuk mengembalikan memori atau ingatan yang hilang untuk digunakan pada para prajurit atau veteran yang mengalami cedera otak saat bertugas ataupun dalam pertempuran. Bahkan kedepannya, implan otak tersebut juga bisa membantu para penderita penyakit Alzheimer dan juga Parkinson. Dalam menangani proyek ambisius ini, The University of California, Los Angeles (UCLA) dan University of Pennsylvania, di Philadelphia masing-masing menerima dana riset sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp174,3 miliar) dan 22,5 juta dolar AS (sekitar Rp261,5 miliar).

5. Smart Tattoo

Smart Tattoo

Peneliti dari Universitas of California berhasil menemukan cara unik dengan memanfaatkan keringat untuk mengisi ulang baterai ponsel. Dengan memasang sebuah sensor yang mirip dengan tattoo, alat ini akan mengubah laktat yang ditemukan dalam keringat dan mengubahnya menjadi daya listrik. Selain menanam sensor dibagian kulit tertentu, ditambahkan pula bio-battery untuk menyimpan sejumlah daya yang berhasil dikumpulkan. Meski proyek ini belum rampung, namun bukan tidak mungkin kedepannya para peneliti tersebut berhasil mengembangkannya dan bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Pankreas Bionik Sebuah pankreas buatan yang dikembangkan oleh ilmuwan Massachusetts General Hospital and Boston University, Amerika Serikat, telah berhasil diujicoba bagi penderita diabetes. Pankreas ini memiliki sensor yang akan memantau kadar gula darah melalui ponsel dan memprosesnya tiap lima menit. Jika gula darah tinggi maka pankreas tersebut akan memompa insulin dan sebaliknya jika gula darah rendah maka akan memompa glukagon. Semua itu dilakukan secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu lagi khawatir dengan tingkat gula darahnya selama beraktivitas. Dalam uji coba selama lima hari terhadap 20 orang dewasa dan 32 remaja, alat ini terbukti lebih mampu meningkatkan kontrol gula darah dibandingkan dengan monitor standar dan pompa insulin.

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon