Selasa, 07 Juli 2015

Cara Meningkatkan Kekuatan Sinyal Wifi di Rumah

Mendapatkan sinyal Wifi yang lelet seperti siput membuat jengkel penggunanya. Bukannya dimanjakan dengan kecepat internetnya, justru disuruh bersabar menghadapi loading. Mau membuka halaman situs dan download file serba lemot, padahal lagi membuka situs penting tentunya sangat menyebalkan.

Anda pasti pernah merasakan ketidakstabilan jaringan nirkabel di rumah. Kadang bagus, kadang jeblok. Ujung-ujungnya komplain ke penyedia jaringan, entah fiber optik atau seluler. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja Wi-Fi di rumah, dari hanya menempatkan router Wi-Fi  agar lebih tinggi hingga mengubah jenis enkripsi nirkabel router yang digunakan.

Cara Meningkatkan Kekuatan Sinyal Wifi di Rumah

Seringkali kita tidak tahu jenis atau seri bahkan merk router atau Wi-Fi yang kita gunakan. Apalagi yang merupakan satu paket  berlangganan pada penyedia jaringan. Hal ini akan membuat Anda kesulitan jika akan melakukan up date yang telah dirilis oleh perusahaan pembuat perangkat. Lalu apa saja hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa Wi-Fi? Eric McLaughlin, pakar nirkabel Intel berbagi tips kepada Anda.

1. Lokasi Router Salah
Jika router diletakkan di lantai atau di bawah meja, Anda musti segera pindahkan ke tempat  yang lebih tinggi. Untuk kinerja yang lebih baik, setidaknya berada 1,5 meter  dari lantai. Jika memungkinkan atur kabel agar tetap lurus.  Pola gelombang  Wi-Fi adalah melingkar ke luar. Artinya, lokasi menentukan kualitas . Maka, jika Anda ingin Wi-Fi bisa dinikmati oleh lebih banyak orang di berbagai ruangan, posisi yang tepat adalah di tengah.  Jika router dipasang pada langit-langit, Eric McLaughlin menyarankan memastikan bahwa antena menunjuk ke bawah dan ke arah yang berbeda satu sama lain.

2. Terlalu Banyak Perangkat Nirkabel
Perangkat nirkabel  (tablet atau smartphone)  menuntut bandwidth yang lebih dari router Wi-Fi, artinya semakin rendah kecepatan transmisinya. Maka semakin banyak perangkat yang terhubung (walaupun kadang diklaim dapat digunakan sampai lima perangkat) mengakibatkan bandwith yang disediakan oleh Internet Service Provider  mencapai puncak. Hal ini  membuat kecepatan yang dibutuhkan tidak memadai. McLaughlin menyarankan mengganti router  802.11b/g/n ke  router 802.11ac yang baru. Ini akan membantu meningkatkan bandwidth dan kapasitas pada jaringan Anda.

3. Periksa Perabotan Rumah
Setiap ada perabotan rumah (terutama yang berukuran besar) dipindahkan, ada efek yang mempengaruhi gelombang Wi-Fi yang berasal dari router Wi-Fi. Jika terjadi penurunan kekuatan sinyal maka posisi router harus diubah atau furniturnya yang dipindah lagi. "Anda juga dapat kembali mengarahkan laptop atau ke perangkat lain," kata McLaughlin. "Studi menunjukkan bahwa perubahan tata letak walaupun kecil seperti melakukan  pergeseran beberapa meter ke kiri atau kanan, atas atau bawah, bisa berdampak buruk atau sebaliknya sebanyak 30 sampai 60 persen," lanjutnya.

4. Halangan Fisik
Dinding, pintu, cermin dan barang-barang fisik lainnya juga dapat memantulkan sinyal nirkabel yang berasal dari router. Kadang-kadang bahkan barang yang tidak kita duga pun bisa mengurangi kualitas gelombang Wi-Fi. Bukan tidak mungkin cermin, lukisan, atau tempat buku berpotensi menghalangi sinyal. "Lantai atau langit-langit juga mempengaruhi Wi-Fi," kata McLaughlin, "jika Anda tidak mendapatkan jangkauan yang baik pada jaringan Anda, coba pindah router baik atas atau bawah dan coba lagi sampai menemukan posisi yang paling pas."

5. Bersaing dengan Perangkat Lain
Berapa banyak perangkat wireless yang Anda miliki di rumah. Misalnya saja  telepon rumah yang cordless, oven microwave, televisi, perangkat Bluetooth, baby monitor, dll, punya potensi mempengaruhi sinyal Wi-Fi. Idealnya, router harus terletak jauh dari perangkat-perangkat tersebut. "Menjauhkan  dari microwave, atau telepon cordless  dari router  Wi-Fi adalah hal bisa meningkatkan performanya, " tambah McLaughlin.

6. Dead Zone
Bisa jadi ada area rumah yang tidak terjangkau oleh cakupan Wi-Fi atau biasa disebut dead zone. Hal ini bisa disebabkan oleh penempatan furnitur atau di mana router Wi-Fi diposisikan. Ada cara untuk menghilangkan daerah cakupan yang buruk dengan menggunakan tambahan Wi-Fi  router atau extender Wi-Fi . Menambah antena  di router Anda akan membantu menjangkau ke dead zone.  McLaughlin merekomendasikan membeli router lebih dari satu jika koneksi Wi-Fi sangat penting di rumah Anda. Dan setiap kawasan terjangkau jaringan Wi-Fi.

7. Frekuensi Berapa?
Ada dua frekuensi utama untuk sinyal Wi-Fi, yaitu 2,4 GHz dan 5 GHz. Standar yang lama, 2,4 GHz jauh lebih ramai, yang berarti ada perangkat lain yang mungkin tumpang tindih atau berbagi frekuensi. Hal ini berpotensi dapat memperlambat kecepatan konektivitas. "Hal  yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan  Wi-Fi adalah memindahkan koneksi Anda ke 5 GHz," kata McLaughlin. Beberapa router dilengkapi dengan opsi dua frekuensi . Ada yang otomatis melakukan switching jika salah satu penuh, atau ada pula yang dipindahkan secara manual.

8. Perangkat Sudah Tua
Jika router Wi-Fi sering harus reboot atau restart, mungkin sudah saatnya untuk beli  Wi-Fi router baru yang mendukung standar baru seperti 802.11ac. Beberapa router Wi-Fi memiliki lebih dari dua antena di mana lebih memungkinkan meningkatkan kapasitas dan menggabungkan kecepatan lebih tinggi yang berpotensi hingga menembus 6,77 Gbit / detik.

9. Jaringan Rumah
Kecepatan bisa tersendat jika koneksi antara modem ISP (kabel, DSL atau fiber) dipaksakan. Pastikan bahwa modem dan router memiliki kecepatan tinggi sesuai dengan tarif yang Anda bayarkan. Selalu cek kecepatan jaringan dengan aplikasi Speed Test, dll. Juga, pastikan modem mendukung protokol terbaru, seperti DOCSIS 3.0 untuk modem kabel.

10. Update Firmware dan Driver
Produsen Wi-Fi dan router sering mengoptimalkan dan memperbarui perangkat lunak pada Wi-Fi dan router. Maka selalu ikuti up date feature dan perbaikan yang dirilis agar Wi-Fi Anda tak ketinggalan zaman dan tentu saja berpotensi lebih cepat.(*)

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon