Kamis, 17 Desember 2015

Membandingkan Kualitas Autofocus PDAF dan CDAF

Autofocus pada sebuah kamera memegang peranan penting menentukan kualitas gambar yang diambilnya. Bagi fotografer pemula ketika memutuskan ingin membeli kamera, fitur autofocus kurang diperhatikan dan lebih memilih brand yang mempunyai nama.

Sebenarnya setiap kamera telah dilengkapi autofocus, tapi autofocus yang mana? dalam dunia fotografi ada dua macam autofocus yaitu PDAF dan CDAF. Fokus dalam fotografi juga memegang peranan penting untuk menggiring perhatian mata kita kepada subyek utama yang ingin kita tonjolkan. Saat kamera fokus ke satu subyek ,maka area yang ada di depan dan di belakangnya akan tampak tidak fokus (blur). Maka jadi hal yang penting untuk kita bisa mengatur auto fokus kamera yang tepat, karena foto yang sudah blur tidak bisa dikembalikan lagi fokusnya.

Membandingkan Kualitas Autofocus PDAF dan CDAF

Banyak yang betanya-tanya antara autofocus PDAF dan CDAF bagusan mana? untuk menjawab pertanyaan tersebut sebaiknya Anda paham dulu pengertian dan cara kerja autofocus PDAF dan CDAF.

Autofocus PDAF
Autofocus PDAF

Cara CDAF adalah cara yang paling murah, ditemui di semua kamera digital non DSLR, seperti kamera saku, prosumer bahkan kamera mirrorless (yang bisa berganti lensa). CDAF punya prinsip kerja yang mengandalkan kecepatan prosesor kamera untuk menganalisa fokus, tentunya selama proses mencari fokus kamera harus bisa ‘melihat’ obyek yang difoto melalui sensor gambar. Kamera akan mencari kontras terbaik dan kadang terlihat ada seperti ‘focus hunting’ gambar terlihat agak maju mundur. Semakin baik prosesor kamera maka proses mencari fokus bisa lebih cepat dan bisa juga ‘dipaksakan’ untuk mengikuti subyek yang bergerak walau tetap terlihat focus hunting-nya.

Kelebihan Autofocus CDAF
  1. Hasil fokus yang didapat sangat akurat, obyek yang difokus akan terlihat tajam dan detail
  2. Praktis dan murah, karena proses auto fokus hanya melibatkan sensor dan prosesor
  3. Bisa mendeteksi wajah
  4. Area atau titik yang ingin difokus bisa di semua bidang gambar dan bisa diaplikasikan untuk sistem layar sentuh.
Kelemahan Autocus CDAF
  1. Focus hunting, kadang jadi lama sampai fokus benar-benar didapat
  2. Bisa terkecoh oleh obyek lain yang lebih kontras
  3. Tidak handal untuk fokus kontinu, misal bendanya bergerak
  4. Focus hunting bisa terekam juga bila rekam video.
Autofocus CDAF
Autofocus CDAF

Cara PDAF ditemui di kamera DSLR, dengan membelokkan gambar yang lewat dari lensa menuju modul auto fokus tersendiri. Kamera DSLR yang lebih mahal punya modul fokus yang lebih canggih dan rumit. Setiap modul punya titik fokus dalam jumlah tertentu, misal sebagian kamera DSLR Canon pakai 9 titik, yang Nikon pakai 11 titik atau lebih. PDAF mengandalkan deteksi fasa sehingga untuk mencari fokus kamera cukup membandingkan perbedaan fasa pada sensornya, tanpa perlu sensor untuk ‘melihat’ gambar. Saat fokus sudah didapat, barulah foto diambil (cermin terangkat) dan sensor merekam gambar yang sudah fokus. Perkecualian saat kamera DSLR masuk ke mode live-view, maka auto fokusnya juga akan beralih menjadi CDAF.

Kelebihan Autofocus PDAF
  1. Proses mendapatkan fokus yang cepat, tanpa ada hunting
  2. Handal untuk fokus kontinu, subyek bergerak kiri kanan atau maju mundur tidak masalah
  3. Bisa diandalkan di tempat agak gelap.
Kelemahan Autocus PDAF
  1. Kadang walau kamera sudah dapat fokus, tapi hasil fotonya masih kurang fokus (perlu kalibrasi atau AF fine tune)
  2. Tidak bisa dipakai saat rekam video
  3. Terbatas hanya sejumlah titik yang ada, dan umumnya semua titik berkumpul di tengah (sulit memfokus benda yang ada di pinggir)
  4. Modul yang lebih canggih membuat harga kamera jadi mahal.

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon