Sabtu, 30 Januari 2016

Dalam 2 Tahun Kedepan Flash Diramalkan Punah

Dikutip dari Kompas.com, Teknologi Flash buatan Adobe sebagai plugin video di peramban-peramban internet semakin ditinggalkan. Sebuah prediksi bahkan menyabut bahwa Flash akan musnah dalam dua tahun ke depan. Survey terbaru dari situs Encoding.com mengatakan, Flash hanya dipakai oleh 6 persen video mobile dan web sepanjang 2015 lalu. Angka tersebut menurun dari 21 persen pada 2014.

Flash masih dipakai untuk keperluan tertentu, seperti banner iklan dan situs bawaan browser, namun penggunannya kian menurun, demikian tulis Encoding. Kami memprediksi codec video Flash akan benar-benar tidak dipakai lagi dalam jangka 24 bulan setelah riset ini kami buat, imbuh Encoding.

Dalam 2 Tahun Kedepan Flash Diramalkan Punah

Menurut riset Encoding, codec video yang paling populer dipakai saat ini adalah H.264 yang dipakai oleh 72 persen video yang beredar di internet. Namun H.264 juga merupakan teknologi lama yang sudah dipakai selama 13 tahun.  Menurut The Verge, seperti dikutip KompasTekno, Kamis (28/1/2016), codec WebM diprediksi akan populer dalam beberapa tahun ke depan.

WebM adalah codec bebas royalti yang dipakai untuk menampilkan video di browser HTML5 untuk Chrome dan Firefox. Saat ini codec tersebut masih dipakai oleh 12 persen video di internet. Selain itu, penerus H.264 yaitu H.265 (disebut juga HEVC), diprediksi juga akan dipakai banyak video internet.

Codec ini meminta royalti, karena itu masih sedikit yang memakainya. Namun dukungan dari Netflix yang memakainya untuk streaming video 4K serta Apple untuk video Face Time diharap bisa mendongkrak kepopuleran codec yang sekarang masih memiliki pangsa pasar 6 persen ini.

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon