Senin, 28 Maret 2016

6 Jenis Mode Wireless atau Access Point

Fungsi dari access sebagai hub/ switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/ internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

Access point dalam jaringan computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait.

Ada banyak brand access point yang dijual dipasaran diantaranya adalah TP_Link, D_Link, Mikrotik, Tenda, dan lain sebagainya. Semua memiliki kelebihan dan fitur-fitur yang ditawarkannya. Beberapa peralatan wireless atau access point memiliki berbagai macam mode operasi (wireless mode), seperti AP/ Wireless Router/ Repeater/ Bridge/ Client/ AP Client Router. Ini kadang membuat binggung sebagian orang IT.  Artikel berikut ini, akan menjelaskan secara singkat dan jelas tentang mode-mode yang terdapat pada access point.

6 Jenis Mode Wireless atau Access Point

1. Access Point Mode (AP mode)


AP Mode lebih digunakan untuk mentransfer sambungan kabel ke nirkabel. Ia bekerja seperti switch. Biasanya, peralatan  itu adalah di belakang router. Jika Anda berada di kantor, hotel dan tempat-tempat di mana hanya jaringan kabel tersedia, ada rapat kecil dan situasi lain di mana jaringan nirkabel sementara diperlukan, silakan gunakan Mode AP.

2. Wireless Router Mode

Dengan mode ini, kita dapat berbagi satu koneksi internet kabel ke beberapa klien. Pada saat itu, akan ada satu port WAN. Mendukung beberapa jenis koneksi, seperti Dinamis IP/ Static IP/ PPPoE/ L2TP/ PPTP. Ketika akses Internet dari DSL atau modem kabel yang tersedia hanya untuk satu user, sementara ada lebih banyak pengguna perlu berbagi internet juga, maka silakan gunakan Mode Router.

3. Repeater Mode

Repeater Mode digunakan untuk extender (menambah) jangkauan nirkabel dengan SSID dan keamanan yang sama. Bila kita sudah memiliki jaringan nirkabel, dan ada beberapa tempat yang tidak dapat signal, kita dapat mempertimbangkan Repeater Mode. Dengan Repeater Mode, kita akan memiliki hanya satu SSID. Pada saat itu, klien nirkabel dapat menjelajah di seluruh tempat.

4. Bridge Mode

Bridge mode (meminjam) jaringan internet nirkabel yang telah tersedia dan ia broadcast menggunakan SSID dan password yang berbeda. Aplikasi ini dapat membuat dua jaringan individu untuk dua kelompok pengguna berbagi satu Internet. Untuk restoran kecil, bar, rumah, kantor dan lain-lain di mana layanan internet harus disediakan untuk para tamu tanpa password dari jaringan yang ada untuk host, Bridge Mode adalah pilihan terbaik.

5. Client Mode

Dengan Client Mode, device dapat terhubung ke perangkat kabel dan bekerja sebagai adapter nirkabel (wireless adapter) untuk menerima sinyal nirkabel dari jaringan nirkabel kita. Untuk Smart TV, Media Player, konsol game atau perangkat lain yang hanya memiliki port Ethernet . Gunakan Client Mode untuk membuat perangkat ini dapat akses ke jaringan nirkabel kita.

6. AP Client Router Mode (WISP user Internet sharing)

Dengan AP client router mode, dapat terhubung ke jaringan nirkabel dan berbagi koneksi ke klien. Nirkabel adalah sisi WAN nya. Hal ini juga dapat mendukung IP Dinamis/ Static IP/ PPPoE/ L2TP/ PPTP. Ketika wireless station membatasi jumlah klien atau meminta username/ password untuk terhubung, maka AP Client Router Mode adalah solusinya.

The author of the blog Teknologivirtual


EmoticonEmoticon