2018/03/09

Mengenal Topologi Jaringan Komputer dan Topologi WIFI


Secara umum Topologi Jaringan dapat diartikan sebuah rangkain yang menghubungkan suatu komputer dengan komputer lain, menghubungkan internet dari server ke client dengan menggunakan kabel maupun sinyal Wifi. Berdasarkan penjelasan singkat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Topologi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Topologi Jaringan Komputer dan Topologi Wifi.

Dalam praktiknya di lapangan kedua Topologi Jaringan ini penggunaannya dijadikan satu. Misalkan untuk menyalurkan internet ke pedesaan yang tidak dilewati fiber optik maka harus menggunakan Wifi. Internet dipancarkan dari daerah yang dilalui fiber optik kemudian dibuatkan repeater dan ditangkap lagi menggunakan access point.
Topologi WIFI


Topologi Wifi

Wifi punya 2 jenis topologi utama, yaitu infrastruktur dan adhoc. Adhoc memungkinkan sebuah jaringan wifi untuk berfungsi tanpa harus ada router wireless ataupun access point. Mode Adhoc adalah sebuah metode yang memungkinkan piranti wireless yang berada di jangkauan sinyal untuk berkomunikasi secara peer to peer tanpa melibatkan access point.

1. Ad-Hoc
Setiap adaptor wireless diset terlebih dahulu ke mode Adhoc dan bukannya di mode infrastruktur. Semua adaptor wireless harus di set menggunakan satu nama SSID dan chanel yang sama. Jaringan Ad hoc ini dapat digunakan untuk sekelompok piranti yang berdekatan posisinya namun ketika piranti yang tergabung ke AdHoc ini bertambah maka performa akan berkurang kemudian jaringan AdHoc tidak bisa bridge ke Jaringan Berkabel atau jaringan Internet, tanpa menginstall gateway tertentu.

Dengan adanya metode AdHoc maka tidak perlu memerlukan router atau access point kemudian seseorang bisa membuat jaringan ad-hoc tanpa harus ada satu lokasi utama sebagai sentral. Desain jaringan ini sangat fleksibel sehingga sulit untuk diamankan diabandingkan jaringan yang punya komponen utama seperti router atau access point.

Wifi ad-hoc mendukung 11 Mbps, sementara jaringan wifi lainnya bisa mendukung sampai 54 Mbps Standart wifi termasuk 802.11 g mensyaratkan bahwa mode ad-hoc hanya mendukung maksimal 11 Mbps, piranti yang mendukung 54 Mbps atau lebih tinggi di mode infrastruktur tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal di mode ad-hoc.

WiFi ad-hoc memiliki keamanan yang sangat minim dibandingkan koneksi lain sehingga para pengganggu seperti cracker dengan mudah bisa tergabung ke koneksi ad-hoc jika dalam jangkauan sinyal. Indikator kekuatan sebuah sinyal yang bisa diakses ketika menghubungkan diri ke mode infrastruktur tidak bisa di access di mode ad-hoc maka ketika mencoba untuk memposisikan ulang untuk memperoleh sinyal yang lebih baik akan sedikit sulit.

Setiap Node/Komputer yang terdapat pada jaringan ad-hoc berperan sebagai pengirim dan penerima data dan juga punya fungsi yang sama seperti layaknya sebuah router oleh karena itu dperlukan routing protocol dalam jaringan ad-hoc untuk dapat menunjang proses mengirim dan menrima antar node. Jaringan ad-hoc memiliki beberapa karakteristik diantaranya:
  • Limited resources: Jaringan ad-hoc dibatasi oleh masalah daya dan kapasitas memori
  • Multiple wireless link : Setiap node yang mempunyai sifat mobility dapat memiliki beberapa interfaces yang terhubung ke node lainnya
  • Dynamic topology: Sifat node yang mobile, sehingga topologi jaringanya dapat berubah secara random/acak oleh sebab itu routing protocol
    mempunyai masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan jaringan wired dengan node yang tetap.
Kelebihan
Topologi ini memiliki kelebihanyang sangat jelas, yaitu hemat biaya. Mengapa demikian? Ya, untuk terkoneksi saja tidak perlu menambahkan perangkat apapu, seperti misalnya access point yang sering digunakan dalam jaringan wireless.

Kekurangan
  • Masalah yang sering ditimbulkan oleh koneksi AdHoc adalah kapasitas bandwith yang sangat terbatas, sehingga hal ini sangat memungkinkan lambatnya proses transfer data
  • Tidak hanya bandwith, jangkauan sinyal yang dipancarkan oleh perangkat wifi adapter pada komputer klien pun tidak bisa terlalu jauh
  • Untuk keamanan juga, koneksi AdHoc ini masih sangat kurang, yaitu masih sebatas WEP. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan access point yang sudah support WPA dan WPA2.
2. Infrastruktur
Mode infrastruktur membutuhkan access point (AP) Wireless. Untuk dapat teragbung ke sebuah WLAN maka AP dan piranti client wireless lain terlebih dahulu dikonfigurasi untuk mendapatkan SSID yang sama. AP bisa dihubungkan ke jaringan berkabel agar client dapat mengakses service yang terdapat dalam jaringan.

Jika ingin menambah jangkauan infrastruktur maka AP tambahan bisa ditambahkan. Mode infrastruktur memiliki banyak kelebihan dibandingkan di mode ad-hoc dari kecepatan, jangkauan dan kecepatan yang lebih kencang namun untuk membuat jaringan wifi dengan topologi infrstruktur membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli Access Point.

Kemanan wireless untuk rumah dan bisnis kecil sangat diperhatikan, jaringan wireless yang tidak terjaga dapat di curi koneksi internetnnya tanpa sepengetahuan pemilik jaringan karena media tranmisi radio yang merupakan media tranmisi tidak bisa dibatasi maka hal tersebut bisa terjadi. Untuk itu sebuah kemanan di jaringan wireless perlu diperhatikan.

Kelebihan
  • Kapasitas bandwith jelas lebih besar, karena koneksi setiap wifi klien hanya mengarah pada access point saja
  • Jangkauan perangkat Access point biasanya sudah dibuat cukup besar, ditambah lagi bisa memperbesar sendiri daya jangkau dari access point
  • Keamanan, tidak diragukan lagi, karena access point sudah dilengkapi dengan sistem autentifikasi WPA dan WPA2
Kekurangan
Harus menambah biaya untuk pengadaan perangkat access point. Karena perangkat inilah yang menjadi pusat dari semua koneksi yang ada pada topologi infrastructure.


Topologi Jaringan Komputer

Pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu cara atau konsep untuk menghubungkan beberapa atau banyak komputer sekaligus menjadi suatu jaringan yang saling terkoneksi. Setiap macam topologi jaringan komputer akan berbeda dari segi kecepatan pengiriman data, biaya pembuatan, serta kemudahan dalam proses maintenance nya.

Setiap jenis topologi jaringan komputer memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Ada banyak macam topologi seperti topologi ring, star, bus, mesh, dan tree yang akan dibahas berikut ini.

1. Topologi Bus

Topologi bus adalah topologi yang cukup sederhana jika dibandingkan dengan topologi lainnya. Topologi Bus umumnya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, selanjutnya digabungkan dengan topologi star/ topologi bintang untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan satu kabel type coaxial di sepanjang node client. Basanya, ujung kabel coaxial tersebut diberikan T konektor yang merupakan kabel end to end.

Kelebihan Topologi Bus
  • Biaya instalasi sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel
  • Kemudahan menambahan client/ workstation baru
  • Topologi yang mudah di aplikasikan.
Kekurangan Topologi Bus
Apabila salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, maka akan mengganggu computer workstation/ client lainnya. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, bahkan sering terjadi tabrakan data pada topologi ini. Topologi yang sangat jadul dan sulit untuk dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau topologi bintang adalah semua node bergabung pada satu titik, seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Titik ini disebut sebagai titik pusat. Hub atau switch dan semua perangkat lain yang terpasang langsung umumnya melalui UTP atau STP.
Kelebihan Topologi Star
  • Jika salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini masih dapat berjalan dan tidak akan mempengaruhi komputer/pc lainnya
  • Bersifat fleksibel
  • Tingkat keamanan dapat dibilang cukup baik daripada topologi bus
  • Kemudahan deteksi masalah cukup mudah bila terjadi kerusakan pada jaringan
  • Selain itu, setiap node memiliki akses ke bandwidth penuh dari LAN, setidaknya di lingkungan LAN switch.
Kekurangan Topologi Star
  • Apabila switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka semua komputer yang mengakses pada topologi ini pun mengalami masalah
  • Membutuhkan banyak kabel, sehingga biaya atau anggaran yang dikeluarkan dapat dibilang cukup mahal.
    Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

Topologi Ring atau cincin adalah salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu pc/komputer dengan pc/komputer yang lain dalam satu buah rangkaian melingkar (sama dengan cincin). Kebanyakan topologi ini hanya memanfaatkan kartu LAN (Land Card) untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer yang lain.

Kelebihan Topologi Ring
  • Mempunyai performa yang tambah baik daripada topologi bus.
    Mudah diimplementasikan
  • Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru dapat dibilang cukup mudah.
    Anggaran instalasi lumayan murah.
Kekurangan Topologi Ring
  • Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ sejumlah titik atau node.
    Troubleshooting lumayan rumit
  • Apabila salah satu koneksi putus, akan mengakibatkan koneksi yang lain terputus.
    Pada topologi ini biasanya berjalan collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh adalah bentuk topologi yang sangat tepat dalam aspek pemilihan rute yg banyak. Factor tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada waktu jalur lain mengalami masalah.

Kelebihan Topologi Mesh
  • Jalur pengiriman data yg diperlukan sangat banyak, jadi jangan hawatir akan adanya tabrakan data (collision).
    Besar bandwidth yang lumayan lebar
  • Keamanan kepada topologi ini dapat dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh
  • Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit
    Membutuhkan banyak kabel
  • Memakan anggaran instalasi yang amat mahal karena membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer adalah topologi yang sangat sederhana. Karena hanya memanfaatkan 2 buah computer/PC untuk saling membuka. Pada topologi ini kebanyakan memakai satu kabel yang menghubungkan antar pc/komputer untuk proses pertukaran data.

Kelebihan Topologi Peer to Peer
  • Anggaran yang dikeluarkan cukup murah
  • Masing-masing komputer akan berperan juga sebagai client ataupun server
  • Instalasi jaringan yang lumayan mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  • Keamanan pada topologi type Peer to Peer bisa dibilang amat sangat rentan
  • Susah dikembangkan
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna
  • Troubleshooting jaringan rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasanya dinamakan topologi bus beruntut. Pada topologi linier umumnya memakai satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada tiap-tiap komputer.

Kelebihan Topologi Linier
  • Mudah dikembangkan
  • Membutuhkan sedikit kabel
  • Tidak memperlukan kendali pusat
  • Tata letak terhadap rangkaian topologi linier dapat dibilang cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
  • Mempunyai kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi
  • Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon adalah topologi gabungan antara topologi star dan serta topologi Bus. Topologi jaringan tree umumnya difungsikan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.

Kelebihan Topologi Tree
  • Susunan data terpusat dengan cara hirarki. Hal tersebut mengakibatkan manajemen data tambah baik dan mudah
  • Mudah dikembangkan jadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
  • Seandainya komputer yang menduduki tingkatan paling atas mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya pun ikut bermasalah
  • Kinerja jaringan pada topologi Tree terbilang lambat
  • Memanfaatkan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) yakni pusat dari teknologi ini.

8. Topologi Hybrid

Topologi hybrid yaitu topologi gabungan antara sekian banyak topologi yang berbeda. Terhadap saat dua atau lebih topologi yang berbeda membuka satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut menempa topologi hybrid.

Kelebihan Topologi Hybrid
  • Freksibel
  • Tambahan koneksi yang lain benar benar gampang.
Kekurangan Topologi Hybrid
  • Pengelolaan pada jaringan hybrid sangat susah
  • Anggaran pembangunan pada topologi ini pula terbilang mahal
  • Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini dapat dibilang cukup rumit, dikarenakan terdapat topologi yang berbeda-beda
  • Mungkin sekian dari saya tentang pengertian topologi jaringan komputer, semoga dapat memberikan pencerahan khusus nya bagi anda yang belajar komputer.

Mengenal Topologi Jaringan Komputer dan Topologi WIFI Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Teknologi Virtual

0 comments:

Posting Komentar

= > Silahkan berkomentar sesuai topik artikel di atas
= > Berkomentar dengan URL (mati/ hidup) tidak akan dipublish
= > Gunakan gaya bahasa dan tata penulisan yang mudah dipahami